Inna Dharma Deli Hotel

Hotel De Boer Dulu dan Kini

Di masanya De Boer adalah hotel tempat tamu-tamu istimewa menghabiskan waktu liburan atau singgah di Medan untuk urusan bisnis. Di hotel inilah Raja Leopold dari Belgia dan Mata Hari, mata-mata yang terkenal itu menginap.

Mata Hari, nama itu barangkali asing di telinga orang awam. Tapi di dunia spionase, wanita cantik bernama asli Margaretha Zelle dengan kode rahasia H21ini layak masuk dalam catatan sejarah.

Karir nya diawali sebagai penari. Kecantikan dan kemampuannya menari itu menjadi modal dalam menjalankan tugas mata-mata. Namun karirnya sebagai spionase berakhir di tangan regu tembak tentara Prancis.

Kehidupannya yang penuh liku banyak difilmkan dalam berbagai versi. Dari Mata Hari (1931), yang dibintangi oleh Greta Garbo; Mata Hari, Agent H21 (1964) versi Perancis oleh Jeanne Moreau, sampai film Mata Hari versi ketiga (1985), termasuk film Indonesia berjudul Sang Penari (2007), bintang nasional Tamara Bleszynski berperan sebagai agen rahasia ini, yang diangkat dari novel dengan judul sama, karya Dukut Imam Widodo.

Mata Hari dan suaminya pernah tinggal di Indonesia tepatnya di Jawa dan Sumatera antara 1897-1902. Hotel De Boer yang kini dikenal dengan Hotel Dharma Deli salah satu tempatnya menginap.

Hotel Dharma Deli yang berlokasi di Jalan Balai Kota Medan berada di sebelah barat laut lapangan “Esplanade” (Lapangan Merdeka), beberapa meter dari Kantor Pos, dibuat menurut nama pemiliknya Aeint Herman De Boer.

Warga Belanda tersebut masuk ke Medan sekitar tahun 1809, setelah lama berkelana pada pengalamannya sebagai salah satu pemilik bisnis (part proprietor) dari restoran “GRIM” di Surabaya.

Pada tahun 1909 De Boer meningkatkan usahanya dengan sebuah Perseroan Terbatas (PT) untuk membangun hotel tersebut. Hotel tersebut pertama kali dibangun dengan 40 buah kamar dan diterangi 400 buah lampu dengan total biaya F1 200.000.

Hotel itu awalnya dirancang sebagai Hotel yang bebas nyamuk, karena sengatan nyamuk adalah sesuatu ancaman bagi kulit-kulit putih eropa yang sensitif. Kemudian hotel tersebut menjadi milik Pemerintah Indonesia pada tahun 1935 dan berubah nama menjadi Hotel Inna Dharma Deli.

Ketua Pusat Studi Sejarah dan Ilmu Sosial (Pussis), Dr. Phil Ichwan Azhari kepada antarasumut.com Selasa mengatakan, sejarah Hotel Dharma Deli yang kaya itu adalah potensi yang bisa dikembangkan untuk menarik minat wisatawan berkunjung. Untuk itu seluruh karyawan hotel sebaiknya memberi ruang dan kesempatan kepada masyarakat umum untuk masuk melihat ke dalamnya sekaligus belajar sejarah keberadaan hotel.

“Saya yakin kisah tentang Dharma Deli akan menarik minat banyak orang untuk berkunjung,” katanya.

Untuk lebih memberi kesan kepada perngunjung baik yang menginap atau sekadar menikmati suasana hotel bersejarah, pihak perhotelan bisa memajangkan photo-photo masa lalu. “Kalau orang banyak yang datang dan terkesan akan terbuka pula berbagai peluang untuk dikembangkan,” kata Ichwan.

Hotel Dharma Deli di Wikipedia

Hotel Mijn De Boer (lebih populer dipanggil Hotel De Boer, kini bernama Hotel Natour Dharma Deli) adalah sebuah hotel bergaya kolonial yang terletak di Jalan Balai Kota, Medan Petisah, Medan, Indonesia. Hotel ini dibangun pada tahun 1898 dan pada zaman kolonial pernah dihuni oleh tamu-tamu kehormatan pemerintah Belanda dan artis-artis Barat yang terkenal, di antaranya Raja Leopold dari Belgia dan Mata Hari, mata-mata yang terkenal.

Inna Dharma Deli Hotel