<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Inna Dharma Deli Hotel</title>
	<atom:link href="http://www.inna-dharmadeli.com/index/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.inna-dharmadeli.com/index</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Aug 2009 22:15:09 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Paket Special Ramadhan</title>
		<link>http://www.inna-dharmadeli.com/index/paket-special-ramadhan.html</link>
		<comments>http://www.inna-dharmadeli.com/index/paket-special-ramadhan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 22:15:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inna-dharmadeli.com/index/?p=391</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.inna-dharmadeli.com/index/wp-content/uploads/2009/08/promo-ramadhan.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-392" title="promo ramadhan" src="http://www.inna-dharmadeli.com/index/wp-content/uploads/2009/08/promo-ramadhan.jpg" alt="promo ramadhan" width="628" height="491" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inna-dharmadeli.com/index/paket-special-ramadhan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hotel De Boer Dulu dan Kini</title>
		<link>http://www.inna-dharmadeli.com/index/hello-world.html</link>
		<comments>http://www.inna-dharmadeli.com/index/hello-world.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 15:26:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inna-dharmadeli.com/index/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Di masanya De Boer  			adalah hotel tempat tamu-tamu istimewa menghabiskan waktu liburan  			atau singgah di Medan untuk urusan bisnis. Di hotel inilah Raja  			Leopold dari Belgia dan Mata Hari, mata-mata yang terkenal itu  			menginap.
Mata Hari, nama itu barangkali asing di telinga orang awam. Tapi di  			dunia spionase, wanita cantik bernama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: Tahoma; color: #333300; font-size: x-small;">Di masanya De Boer  			adalah hotel tempat tamu-tamu istimewa menghabiskan waktu liburan  			atau singgah di Medan untuk urusan bisnis. Di hotel inilah Raja  			Leopold dari Belgia dan Mata Hari, mata-mata yang terkenal itu  			menginap.</span></p>
<p>Mata Hari, nama itu barangkali asing di telinga orang awam. Tapi di  			dunia spionase, wanita cantik bernama asli Margaretha Zelle dengan  			kode rahasia H21ini layak masuk dalam catatan sejarah.</p>
<p>Karir nya diawali sebagai penari. Kecantikan dan kemampuannya menari  			itu menjadi modal dalam menjalankan tugas mata-mata. Namun karirnya  			sebagai spionase berakhir di tangan regu tembak tentara Prancis.</p>
<p>Kehidupannya yang penuh liku banyak difilmkan dalam berbagai versi.  			Dari Mata Hari (1931), yang dibintangi oleh Greta Garbo; Mata Hari,  			Agent H21 (1964) versi Perancis oleh Jeanne Moreau, sampai film Mata  			Hari versi ketiga (1985), termasuk film Indonesia berjudul Sang  			Penari (2007), bintang nasional Tamara Bleszynski berperan sebagai  			agen rahasia ini, yang diangkat dari novel dengan judul sama, karya  			Dukut Imam Widodo.</p>
<p>Mata Hari dan suaminya pernah tinggal di Indonesia tepatnya di Jawa  			dan Sumatera antara 1897-1902. Hotel De Boer yang kini dikenal  			dengan Hotel Dharma Deli salah satu tempatnya menginap.</p>
<p>Hotel Dharma Deli yang berlokasi di Jalan Balai Kota Medan berada di  			sebelah barat laut lapangan “Esplanade” (Lapangan Merdeka), beberapa  			meter dari Kantor Pos, dibuat menurut nama pemiliknya Aeint Herman  			De Boer.</p>
<p>Warga Belanda tersebut masuk ke Medan sekitar tahun 1809, setelah  			lama berkelana pada pengalamannya sebagai salah satu pemilik bisnis  			(part proprietor) dari restoran “GRIM” di Surabaya.</p>
<p>Pada tahun 1909 De Boer meningkatkan usahanya dengan sebuah  			Perseroan Terbatas (PT) untuk membangun hotel tersebut. Hotel  			tersebut pertama kali dibangun dengan 40 buah kamar dan diterangi  			400 buah lampu dengan total biaya F1 200.000.</p>
<p>Hotel itu awalnya dirancang sebagai Hotel yang bebas nyamuk, karena  			sengatan nyamuk adalah sesuatu ancaman bagi kulit-kulit putih eropa  			yang sensitif. Kemudian hotel tersebut menjadi milik Pemerintah  			Indonesia pada tahun 1935 dan berubah nama menjadi Hotel Inna Dharma  			Deli.</p>
<p>Ketua Pusat Studi Sejarah dan Ilmu Sosial (Pussis), Dr. Phil Ichwan  			Azhari kepada antarasumut.com Selasa mengatakan, sejarah Hotel  			Dharma Deli yang kaya itu adalah potensi yang bisa dikembangkan  			untuk menarik minat wisatawan berkunjung. Untuk itu seluruh karyawan  			hotel sebaiknya memberi ruang dan kesempatan kepada masyarakat umum  			untuk masuk melihat ke dalamnya sekaligus belajar sejarah keberadaan  			hotel.</p>
<p>“Saya yakin kisah tentang Dharma Deli akan menarik minat banyak  			orang untuk berkunjung,” katanya.</p>
<p>Untuk lebih memberi kesan kepada perngunjung baik yang menginap atau  			sekadar menikmati suasana hotel bersejarah, pihak perhotelan bisa  			memajangkan photo-photo masa lalu. “Kalau orang banyak yang datang  			dan terkesan akan terbuka pula berbagai peluang untuk dikembangkan,”  			kata Ichwan.</p>
<p><strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hotel_De_Boer"><span style="font-family: Tahoma; color: #333300; font-size: x-small;">Hotel Dharma Deli di Wikipedia </span></a></strong></p>
<p><span style="font-family: Tahoma; color: #333300; font-size: x-small;">Hotel Mijn De Boer (lebih  			populer dipanggil Hotel De Boer, kini bernama Hotel Natour Dharma  			Deli) adalah sebuah hotel bergaya kolonial yang terletak di Jalan  			Balai Kota, Medan Petisah, Medan, Indonesia. Hotel ini dibangun pada  			tahun 1898 dan pada zaman kolonial pernah dihuni oleh tamu-tamu  			kehormatan pemerintah Belanda dan artis-artis Barat yang terkenal,  			di antaranya Raja Leopold dari Belgia dan Mata Hari, mata-mata yang  			terkenal.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inna-dharmadeli.com/index/hello-world.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
